Jelas Lebih Unggul

Jelas Lebih Unggul

Share It

Pengunjung

Visitors

Hikmah Disyari'atkan Khitan

Written By A2D on 03 January 2014 | 3:39 PM

Dari Abu Hurairah -Semoga Allah meridhainya- Rasulullah bersabda:
(( الفطرة خمس -أو خمسة من الفطرة: الختان، والاستحداد، وتنف الإبط، وتقليم الأظفار، وقص الشارب )) الخباري في صحيح، 5889
Artinya: Fithrah manusia itu ada lima, yaitu khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kuku, dan mencukur kumis (HR. Bukhari, 5889).

Makna fitrah pada asalnya adalah tabiat yang semula sudah ada, dan yang dimaksu dengan hadits tersebut di atas adalah, "Jika 5 hal di atas dilakukan maka pelakunya disifati dengan fithrah sebagaimana Allah tetapkan demikian untuk para hambanya, dan juga Allah memotivasi hamba-Nya untuk melakukan, mencintai hal yang demikian, sehingga hamba tersebut memiliki sifat yang paling sempurna lagi mulia. Dalam sejumlah sifat yang lain disebutkan, "Lima hal yang teramsuk sunnah/kebiasaan".

Dan khitan maknanya adalah memotong, yaitu memotong kulub (kulit yang berlebih yang ada pada dzakar bagian depan. Adapun istihdad, adalah menggunakan alat potong untuk menghilangkan rambut yang ada di atas dan sekitar kemaluan laki-laki. Demikian juga rambut yang ada di sekitar kemaluan perempuan.

Sebuah majalah medis terkenal di Inggris, BMG, pernah menurunkan makalah tentang kanker kelamin dan penyebab-penyebabnya pada tahun 1986. Diantara keterangannya adalah, "Sesungguhnya kanker kelamin sangat kecil sekali terjadi di kalangan yahudi dan negeri-negeri muslim, sebab mereka ini melakukan khitan semenjak usia anak-anak. Dan data statistik medis menunjukkan bahwa kanker kemaluan yang terjadi pada kalangan yahudi tidak terjadi kecuali hanya terhadap 9 penderita saja dalam setahun."

Proses terjadinya kanker kelamin adalah ketika kemaluan tidak dikhitan, maka kulub yang ada di bagian depan kemaluan tersebut selalu menyisakan air kencing yang keluar. Air kencing tersebut membawa endapan-endapan yang dalam waktu yang lama akan menutupi bagian saluran air kencing sehingga menyebabkan dis-fungsi. Maka dengan dikhitannya kulub ini, kemungkinan mengendapnya sisa-sisa air kencing tidak ada lagi karena selalu dibersihkan setiap kali kencing. Sisa-sisa endapan air kencing inilah yang berdasarkan penelitian merupakan sebab utama terjadinya kanker kelamin.

Majalah "Al-Ma'had Al-Wathaniy lii Al-Sarthan" menurunkan berita tentang hasil penelitian yang menegaskan bahwa kanker kelamin bisa berpindah ketika berhubungan seks. Dan dengan hubungan seks dengan banyak pasangan bebas juga akan menyebabkan terjadinya kanker ini. Dalam dalam laporan buletin sebuah akademi untuk penyakit-penyakit anak-anak disebutkan bahwa sesungguhnya khitan adalah cara yang efektif untuk mencegah terjadinya kanker kelamin.

Sebuah majalah Amerika untuk penyakit anak-anak juga menegaskan bahwa aktivitas-aktivitas agama yang dianut kalangan muslimin (Islam) dan yahudi yang menegaskan mensyari'atkan khitan memiliki dampak yang sangat mendasar dalam memotivasi mereka untuk melaksanakan fithrah ini (khitan)". Dan dalam shahihain (Bukhari dan Muslim) diriwayatkan dari Abu Hurairah secara marfu' bahwa Nabi Ibrahim --Alaihis Salam-- melakukan khitan ketika ia memasuki usia 80 tahun.

Sumber: Al-Arbaun Al-Ilmiyah" Abdul hamid Mahmud Thahmaz, Daar Al-Qalam
Penerjemah: Abu Muhammad ibn Shadiq
3:39 PM | 0 comments | Read More

Diantara Keajaiban perintah Sujud Terhadap Tubuh

Apabila anda sedang mengalami stress, atau tensi anda naik, atau pusing yang berkepanjangan, atau mengalami nervous (salah satu jenis penyakit penyimpangan perilaku berupa uring-uringan, gelisah, takut, dll). Jika anda takut terkena tumor, maka sujud adalah solusinya.... Dengan sujud akan terlepas segala penyakit nervous dan penyakit kejiwaan lainnya. Inilah salah satu hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr. Muhammad Dhiyaa'uddin Hamid, dosen jurusan biologi dan ketua departemen radiasi makanan di lembaga penelitian teknologi radiasi. 

Sudah lumrah bahwasannya manusia apabila mengalami kelebihan dosis dalam radiasi, dan hidup di lingkungan tegangan listrik atau medan magnet, maka hal itu akan berdampak kepada badannya, akan bertambah kandungan elektrik di dalam tubuhnya. Oleh karena itu, Dr. Dhiyaa' mengatakan bahwa sesungguhnya sujud bisa menghilangkan zat-zat atau pun hal-hal yang menyebabkan sakit.

Pembahasan Seputar Organ Tubuh Dia adalah salah satu organ tubuh... dan dia membantu manusia dalam merasakan lingkungan sekitar, dan berinteraksi dengan dirinya, dan itulah tambahan dalam daerah listrik dan medan magnet yang dihasilkan oleh tubuh menyebabkan gangguandan merusak fungsi organ tubuh sehingga akhirnya mengalami penyakit modern yang disebut dengan "perasaan sumpeg", kejang-kejang otot, radang tenggorokan, mudah capek/lelah, stress ... sampai sering lupa, migrant, dan masalah menjadi semakin parah apabila tanpa ada usaha untuk menghindari penyebab semua ini, yaitu menjauhkan tubuh kita dari segala peralatan dan tempat-tempat yang demikian.

Solusinya ??? Harus dengan mengikuti sesuatu yang diridhai untuk mengeliminir hal itu semua, ... yaitu dengan bersujud kepada Satu-satunya Dzat yang Maha Esa sebagaimana kita sudah diperintah untuk hal itu, dimana sujud itu dimulai dengan menempelkan dahi ke bumi (lantai). Maka di dalam sujud akan mengalir ion-ion positif yang ada di dalam tubuh ke bumi (sebagai tempat ion-ion negatif). dan seterusnya sempurnalah aktivitas penetralisiran dampak listrik dan magnet. Lebih khusus lagi ketika sujud dengan menggunakan 7 anggota badan (dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua kaki) maka dalam posisi ini sangat memudahkan bagi kita menetralisir dampak listrik dan magnet.

Diketahui selama penelitian, agar semakin sempurna proses penetralisiran dampak itu semua, maka sujud harus menghadap ke Makkah (Masjid Ka'bah), yaitu aktivitas yang kita lakukan di dalam shalat (qiblat). Sebab Makkah adalah pusat bumi di alam semesta. Dan penelitian semakin jelas bahwa menghadap ke Makkah ketika sujud adalah tempat yang paling utama untuk menetralisir manusia dari hal-hal yang mengganggu fikirannya dan membuat rileks. Subhanallah, ....pengetahuan yang menakjubkan.
3:33 PM | 0 comments | Read More

Bersin Dan Menguap

Rasulullah bersabda:
 عن أبي هريرة رضي الله تعالى عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: (( إن الله يحب العطاس ويكره التثاؤب، فإذا عطس فحمد الله فحق على كل مسلم سمعه أن يشمته، وأما التثاؤب فإنما هو من الشيطان فليرده ما استطاع، فإذا قال: ها، ضحك منه الشيطان )) صحيح البخاري في الأدب 6223 
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ta'alaa anhu, Rasulullah bersabda, "Sungguh Allah mencintai orang yang bersin dan membenci orang yang menguap, maka jika kalian bersin maka pujilah Allah, maka setiap orang yang mendengar pujian itu untuk menjawabnya; adapun menguap, maka itu dari syaitan, maka lawanlah itu sekuat tenagamu. Dan apabil seseorang menguap dan terdengar bunyi: Aaaa, maka syaitan pun tertawa karenanya". Shahih Bukhari, 6223. 

Imam Ibn Hajar berkata, "Imam Al-Khathabi mengatakan bahwa makna cinta dan benci pada hadits di atas dikembalikan kepada sebab yang termaktub dalam hadits itu. Yaitu bahwa bersin terjadi karena badan yang kering dan pori-pori kulit terbuka, dan tidak tercapainya rasa kenyang. Ini berbeda dengan orang yang menguap. Menguap terjadi karena badan yang kekenyangan, dan badan terasa berat untuk beraktivitas, hal ini karena banyaknya makan . Bersin bisa menggerakkan orang untuk bisa beribadah, sedangkan menguap menjadikan orang itu malas (Fath-hul Baari: 10/6077)

 Nabi menjelaskan bagaimana seseorang yang mendengar orang yang bersin dan memuji Allah agar membalas pujian tersebut. Rasulullah bersabda: 
(( إذا عطس أحدكم فليقل الحمد لله، وليقل له أخوه أو صاحبه: يرحمك الله، فإذا قال له يرحمك الله فليقل: يهديكم الله ويصلح بالكم )) صحيح البخاري في الأدب: 6224 
Apabila salah seorang diantara kalian bersin, maka ucapkanlah Al-Hamdulillah, dan hendaklah orang yang mendengarnya menjawab dengan Yarhamukallahu, dan bila dijawab demikian, maka balaslah dengan ucapan Yahdikumullahu wa Yushlihubaalakum (HR. Bukhari, 6224) 
Dan para dokter di zaman sekarang mengatakan, "Menguap adalah gejala yang menunjukkan bahwa otak dan tubuh orang tersebut membutuhkan oksigen dan nutrisi; dan karena organ pernafasan kurang dalam menyuplai oksigen kepada otak dan tubuh. Dan hal ini terjadi ketika kita sedang kantuk atau pusing, lesu, dan orang yang sedang menghadapi kematian. Dan menguap adalah aktivitas menghirup udara dalam-dalam melalui mulut, dan bukan mulut dengan cara biasa menarik nafas dalam-dalam !!! Karena mulut bukanlah organ yang disiapkan untuk menyaring udara seperti hidung. Maka, apabila mulut tetap dalam keadaan terbuka ketika menguap, maka masuk juga berbagai jenis mikroba dan debu, atau kutu bersamaan dengan masuknya udara ke dalam tubuh. Oleh karena itu, datang petunjuk nabawi yang mulia agar kita melawan "menguap" ini sekuat kemampuan kita, atau pun menutup mulut saat menguap dengan tangan kanan atau pun dengan punggung tangan kiri. 

Bersin adalah lawan dari menguap yaitu keluarnya udara dengan keras, kuat disertai hentakan melalui dua lubang: hidung dan mulut. Maka akan terkuras dari badan bersamaan dengan bersin ini sejumlah hal seperti debu, haba' (sesuatu yang sangat kecil, di udara, yang hanya terlihat ketika ada sinar matahari), atau kutu, atau mikroba yang terkadang masuk ke dalam organ pernafasan. Oleh karena itu, secara tabiat, bersin datang dari Yang Maha Rahman (Pengasih), sebab padanya terdapat manfaat yang besar bagi tubuh. Dan menguap datang dari syaithan sebab ia mendatangkan bahaya bagi tubuh. Dan atas setiap orang hendaklah memuji Allah Yang Maha Suci Lagi Maha Tinggi ketika dia bersin, dan agar meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk ketika sedang menguap (Lihat Al-Haqa'iq Al-Thabiyah fii Al-Islam: hal 155)
3:22 PM | 0 comments | Read More

PENDIDIKAN KARAKTER ISLAMI

Oleh Prof. Dr. H. Duski Samad, M.Ag.
A. Pendahuluan 
Bertolak dari asumsi bahwa life is education and education is life dalam arti pendidikan, merupakan persoalan hidup dan kehidupan, dan seluruh proses hidup dan kehidupan manusia adalah proses pendidikan yang hendaknya mengembangkan pandangan hidup yang sesuai dengan tantangan dan kehendak zaman. Seiring dengan perkembangan zaman, pembahasan konsep dan teori pendidikan semakin meluas dan memiliki ruang yang signifikan untuk dikaji ulang. Ada tiga alasan yang melatarbelakangi terjadinya hal itu : pertama, pendidikan melibatkan peserta didik, pendidik dan penanggung jawab pendidikan, yang ketiganya merupakan sosok manusia yang dinamis; kedua, perlunya inovasi pendidikan untuk mengimbangi perkembangan sains dan teknologi; ketiga, tuntutan dari globalisasi dalam segala hal. Ketiga alasan diatas merupakan tantangan yan harus dijawab oleh dunia pendidikan, agar peserta didik dapat terus melangsungkan kehidupannya dalam kondisi yang dinamis, inovatif dan mengglobal, tanpa mengurangi keterlibatannya dalam iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi), serta kesungguhannya dalam Imtaq (iman dan taqwa). 
B. Pendidikan Islam dan Pendidikan Ruhani. 
Subyektivitas manusia dalam mengkaji pendidikan itu sendiri memunculkan berbagai konsep dan teori pendidikan sesuai dengan wacana dan cara pandang mereka. Salah satunya yakni konsep pendidikan Islam yang didasarkan atas nilai-nilai dogmatis Islam sebagai wahyu Illahi tanpa mengesampingkan sumber-sumber komponen lain dalam pendidikan, seperti dukungan kuat dari adat, budaya dan capaian ilmu pengetahuan, untuk perlu adanya reaktualisasi pemahaman dalam upaya implementasi nilai adat secara holistik dalam kehidupan anak didik, sehingga penerapan nilai-nilai tidak hanya dalam bentuk mata pelajaran saja tetapi perlu diaktualisasikan dalam kehidupan di sekolah. Pendidikan Islam menurut Drs. Ahmad D. Marimba adalah bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan hukum-hukum agama Islam menuju terbentuknya pribadi utama dalam ukuran Islam.
Sedangkan menurut Dr. Abdul Mujid, pendidikan Islam adalah proses transinteralisasi pengetahuan dan nilai Islam kepada peserta didik melalui upaya pengajaran, pembiasaan, bimbingan, pengasuhan pengawasan dan pengembangan potensinya, guna mencapai keselarasan dan kesempurnaan hidup di dunia dan akhirat. Dari pengertian di atas dapat diambil rumusan bahwa pendidikan Islam adalah usaha-usaha untuk menyampaikan ilmu pengetahuan dan nilai Islam baik dalam bentuk bimbingan rohani maupun jasmani guna mewujudkan terbentuknya manusia yang memiliki kepribadian utama serta keselamatan didunia dan akhirat. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara (pasal 1, butir 1). Pendidikan juga dapat diartikan sebagai proses pengubahan sikap dan tingkah laku seseorang atau sekelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui pengajaran dan latihan. Dalam bahasa Arab, kata pendidikan biasanya diwakili oleh kata Tarbiyah yang secara keseluruhan menghimpun kegiatan yang terdapat dalam pendidikan, yaitu membina, memelihara, mengajarkan, menyucikan jiwa dan mengingatkan manusia terhadap hal-hal yang baik. Pendidikan Islam adalah pendidikan manusia seutuhnya; akal dan hatinya; rohani dan jasmaninya; akhlak dan keterampilannya. Karakteristik pertama pendidikan Islam adalah penekanan pada pencarian ilmu pengetahuan, penguasaan dan pengembangan atas dasar ibadah kepada Allah swt. Setiap penganut Islam diwajibkan mencari ilmu pengetahuan untuk dipahami secara mendalam yang dalam taraf selanjutnya dikembangkan dalam kerangka ibadah guna kemaslahatan umat manusia, pencarian, penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan ini merupakan suatu proses yang berkesinambungan, dan pada prinsipnya berlangsung seumur hidup. inilah yang kemudian dikenal dengan istilah life long education dalam sistem pendidikan modern. Dalam upaya menciptakan pendidikan Islam harus ditata kembali sehingga program pendidikannya berorientasi pada pencapaian dan penguasaan kompetensi tertentu, oleh karena itu pendidikan Islam harus mempunyai sifat; (a) Multiprogram yang berorientasi pada tujuan perpektif dan kebutuhan deskriptif, (b) setiap program disusun dengan menggunakan prinsip pemaduan kompetitif kognitif, afektif, dan “akhlak” (c) Diversifikasi program ditata sesuai dengan kebutuhan nyata di dalam lingkungan sekolah yang berorientasi pada penampilan perilaku anak didik yang islami. 
C. Internalisasi Nilai Islam dan Pembentukan Karakter. 
Hakikat dasar dari pendidikan Islam dan pendidikan ruhani adalah penciptaan karakter anak Islam yang Islami. Proses penciptaan karakter Islami itu sesungguhnya adalah penumbuhan kehidupan yang disadari memiliki hubungan langsung dengan sang Khalik. Penyadaran dan kesadaran adanya koneksi langsung antara makhluk dengan khaliq dipastikan menjadikan makhluk terlatih untuk hati-hati dalam hidup dan akan memiliki karakter mulia. Dalam khazanah keilmuan Islam, konsepsi dan amali yang mengajarkan tentang pembentukan karakter ada dalam ilmu tasawuf. Tasawuf adalah adalah inti agama. Inti terdalam dari teori dan latihan spiritual melalui jalan tasawuf adalah muraqabah, musyahadah, dan muhasabah. Muraqabah adalah tidak dikuasai oleh segala sesuatu selain Allah, dan terus menerus menfokus hati dan perbuatan kepada-Nya. Musyahadah yakninya menyaksikan keagungan dan keindahan Allah dalam seluruh eksistensi apapun jua. Artinya tidak mudah silau oleh gemerlapnya kehidupan duniawi yang seringkali memukau dan mengusur nilai-nilai kebaikan dan kebenaran. Muhasabah, yaitu introspeksi diri yang terus menerus agar tidak lalai dari jalan agama dan Tuhan. Artinya, selalu waspada terhadap pelanggaran agama dan pelanggaran nilai. Dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembentukan karakter Islami, maka semua komponen dilingkungan pendidikan diupaya menciptakan situasi dan lingkungan yang memungkin semua pihak mendapatkan inti dari agama dan inti dari tasawuf. Dalam pembelajaran dan pembiasaan dapat ditempuh cara-cara yang mengedepankan internalisasi nilai-nilai keberimanan yaitu mencari dan menemukan jawaban yang benar dan optimal atas pertanyaan, maa huwal imaan ?),. Kemudian dilanjutkan dengan mendalami pertanyaan tentang keberislaman, dengan dengan mencari dan menemukan jawaban yang benar dan optimal atas pertanyaan, maa huwal islaam?). Terakhir diupayakan menjelaskan dan menerapkan makna ihsan, yaitu mencari jawaban yang benar dan tinggi atas pertanyaan, maa huwal ihsaan ?. Dalam hadis dijelaskan tentang Ihsan. Ihsan adalah anta’budallaha kaannaka tarahu fain lamtan tarahu fainnahu yaraka artinya : Sembahlah Allãh seakan-akan engkau sungguh melihatnya dan bila tidak melihatnya (memang engkau tidak bisa melihatnya) maka sadarilah bawa Dia sungguh melihatmu (Hadis Riwayat Bukhari- Muslim). Perbuatan ihsan itu pada dasarnya mengembalikan kehidupan pada kesederhanaan (qanâ’ah), dan berusaha mengidentifikasikan diri dengan Allãh melalui perbuatan terpuji (takhallûqu bi akhlâqil Allãh) dengan menjaga kesucian diri serta melakukan ibadah-ibadah yang membersihkan hati, menjauhkan diri dari pengaruh buruk. Ciri seperti ini sesuai sekali dengan karakteristik tasawuf yaitu; the code of the heart (fiqh al-bâtin), or the purification of the soul ( tazkîyatu al-nafs) or feeling of God’s presence (al-Ihsân). Derajat ihsan adalah derajat tertinggi dari keberagamaan Islam, dan derajat ihsan tidak akan didapat tanpa mencapai derajat iman dan Islam terlebih dahulu. Kualitas ibadah orang yang sudah sampai pada derajat ihsan sudah sangat dekat dengan Tuhan. Mencari dan menemukan jawaban tentang iman dan Islam pada dasarnya sudah berjalan melalui pembelajaran kognitif dan sudah ada dalam kurikulum sekolah sesuai jenjangnya. Sedangkan pemahaman tentang ihsan, masih sangat terbatas sekali. Penerapan tentang konsep ihsan adalah merupakan pelaksanaan pendidikan karakter yang islami. Karena, seorang baru bisa sampai ke derajat ihsan, apabila ia telah lebih dahulu melalui tiga level proses pencerahan dan pengamalan yang ketat. Ketiga proses itu adalah level takhalli /ta’abbud/ tilawah, level tahalli/ taqarrub/ tazkiyah, dan level tajalli/ tahaqquq/ taklim. Proses takhalli adalah proses pembebasan dalam bingkai/level ta’abbud dalam arti suatu peribadatan atau pengabdian yang didasarkan atas negosiasi hamba dengan Allah SWT dalam bentuk pahala dan dosa atau surga dan neraka. Level ta’abbud ini memiliki empat tahap sebagai berikut : 1) taubat, 2) warak dalam arti kehati-hatian dalam bertindak agar tidak jatuh ke dalam perbuatan dosa dan maksiat atau salah dan syubahat, 3) zuhud atau asketik atau tidak dimasukkan benar ke dalam hati, dan 4) warak dalam arti sewaktu membutuhkan Allah dan rasul-Nya di setiap waktu dan tempat. Proses tahalli adalah proses pembangunan jiwa dalam level taqarrub (letup-letupan jiwa yang berusaha mendekatkan kualitas diri dengan Allah SWT) tanpa kompensasi dosa-pahala atau surga-neraka. Pada level ini tiada motivasi beragama lain, kecuali untuk mendekatkan kualitas diri sedekat mungkin dengan-Nya dan sampai menyatu dengan-Nya. Oleh sebab itu level ini memiliki pula empat tahap, yaitu 1) tawakal, 2) sabar, 3) rida, dan 4) syukur. Proses tajalli adalah proses pencerahan/tahaqquq dalam arti transparansi hubungan hamba dengan Tuhan yang dilakukan tidak dengan amal saleh saja, tetapi dengan banyak kontemplasi terhadap Tuhan. Level tajalli ini memiliki pula empat tahap dan sekaligus merupakan buah pencerahan jiwa yang sangat indah dan manis, yaitu 1) mahabbah (cinta Tuhan), 2) makrifah, 3) hakikat, dan 4) kasyaf (tersingkapnya tabir dengan sirr) Titian spiritual yang paling efektif dalam spiritualitas Islam adalah shalat yang khusyuk. 
D. Penutup. 
Pendidikan Islam adalah pendidikan yang menyeluruh. Pendidikan Islam menempatkan manusia sebagai khalifatullah dan hamba Allah yang memiliki kualifikasi ahsanun taqwim. Pendidikan Islam adalah pendidikan yang memberikan ruang seluas-luasnya bagi pengalian potensi manusia untuk dikonstribusikan bagi kebaikan dan kesejahteraan umat manusia dan alam semesta. Penanaman nilai-nilai pendidikan Islam yang utuh, komprhensif dan teringerasi disadari akan membentuk karakter manusia yang sesuai dengan design yang pencipta-Nya. Semoga pengelola dan pihak-pihak yang care pada pendidikan Islam lebih kuat, tangguh dan berinovasi terus untuk mengatulisasikan pesan suci pendidikan Islam. Amin. Ds.06042012. 

[i] Disampaikan Dalam Rapat Kerja Kementerian Agama Kabupaten Solok, di Hotel Sumpur, Kamis, 12 April 2012. 
[ii] Dekan dan Guru Besar Ilmu Tasawuf Fakultas Tarbiyah IAIN Imam Bonjol Padang
2:48 PM | 0 comments | Read More

Teknologi Pendidikan

Written By A2D on 22 May 2013 | 1:08 PM

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang 
Seiring dengan kemajuan teknologi yang mengglobal telah terpengaruh dalam segala aspek kehidupan baik dibidang ekonomi, politik, kebudayaan seni dan bahkan di dunia pendidikan. Dunia pendidikan harus mau mengadakan inovasi yang positif untuk kemajuan pendidikan dan sekolah. Tidak hanya inovasi dibidang kurikulum, sarana-prasarana, namum inovasi yang menyeluruh dengan menggunakan teknologi informasi dalam kegiatan pendidikan. Teknologi pendidikan dapat mengubah cara pembelajaran yang konvensional menjadi nonkonvensional. Dalam rangka Innovative School, sekolah harus merespon perkembangan dunia teknologi yang semakin canggih yang menyediakan segudang ilmu pengetahuan yang baru dan lama. 
Pembelajaran di sekolah perlu menggunakan serangkaian peralatan elektronik yang mampu bekerja lebih efektif dan efisien. Walaupun demikian, peran guru tetap dibutuhkan di kelas, ia sebagai desainer, motivator, pembimbing, dan sebagainya dan tentunya sebagai sosok individu harus tetap dihormati. Teknologi Informasi dan Komunikasi (CIT) merupakan suatu kebutuhan menuju ”Innovative School” karena dengan penggunaan CIT diharapkan adanya peningkatan mutu belajar/ mengajar, peningkatan produktivitas/ efisiensi dan akses, peningkatan sikap belajar yang positif, pengembangan professional/ staff dan adanya peningkatan profil/ pengenalan. Kelima hal tersebut merupakan harapan sekaligus kebutuhan yang menjadi dasar perlunya penerapan CIT di sekolah. 
Dengan demikian diharapkan sekolah mengalami perubahan-perubahan yang sesuai dengan tuntutan global tetapi tetap searah dengan visi dan misinya yang dikorelasikan dengan kebutuhan sekolah dan daerah. Teknologi pendidikan seringkali diasumsikan dalam persepsi yang mengarah pada masalah elektronika padahal konsep teknologi mengandung pengertian yang luas untuk itu dalam tulisan ini akan dibahas lebih lanjut. 
TEKNOLOGI PENDIDIKAN 
 2.1 Pengertian Teknologi Pendidikan 
Sebelum membahas teknologi pendidikan terlebih dahulu perlu diketahui pengertian teknologi. Kata Teknologi seringkali oleh masyarakat diartikan sebagai alat elektronik. Tapi oleh ilmuwan dan ahli filsafat ilmu pengetahuan diartikan sebagai pekerjaan ilmu pengetahuan untuk memecahkan masalah praktis. Jadi teknologi lebih mengacu pada usaha untuk memecahkan masalah manusia. Menurut Yp Simon (1983), teknologi adalah suatu displin rasional yang dirancang untuk meyakinkan penguasaan dan aplikasi ilmiah. 
Menurut (An) Teknologi tidak perlu menyiratkan penggunaan mesin, akan tetapi lebih banyak penggunaan unsur berpikir dan menggunakan pengetahuan ilmiah. Menurut Paul Saetiles (1968). Teknologi selain mengarah pada permesinan, teknologi meliputi proses, sistem, manajemen dan mekanisme kendali manusia dan bukan manusia. Pengertian Teknologi Pendidikan diabad ke dua puluh meliputi lentera pertama proyektor slide, kemudian radio dan kemudian gambar hidup. Sedangkan abad 19 ke bawah sampai lima belas teknologi lebih diartikan papan tulis dan buku. 
Menurut Prof. Sutomo dan Drs. Sugito, M.Pd Teknologi Pendidikan adalah proses yang kompleks yang terpadu untuk menganalisis dan memecahkan masalah belajar manusia/ pendidikan. Menurut ”Mackenzie, dkk” (1976) Teknologi Pendidikan yaitu suatu usaha untuk mengembangkan alat untuk mencapai atau menemukan solusi permasalahan. Jadi Teknologi Pendidikan adalah segala usaha untuk memecahkan masalah pendidikan. Lebih detail dapat diuraikan bahwa: 
- Teknologi Pendidikan lebih dari perangkat keras. Ia terdiri dari desain dan lingkungan yang melibatkan pelajar. 
- Teknologi dapat juga terdiri segala teknik atau metode yang dapat dipercaya untuk melibatkan pelajaran; strategi belajar kognitif dan keterampilan berfikir kritis. 
- Belajar teknologi dapat dilingkungan manapun yang melibatkan siswa belajar secara aktif, konstruktif, autentik dan kooperatif seta bertujuan. 
B. Macam-Macam Teknologi Pendidikan 
Macam-macam Teknologi Pendidikan Dalam inovasi pendidikan tidak bisa lepas dengan masalah revolusi metode, kurikulum yang inovatif, teknologi serta SDM yang kritis untuk bisa menghasilkan daya cipta dan hasil sekolah sebagai bentuk perubahan pendidikan. Sekolah harus mempunyai orientasi bisnis pelanggan yang memiliki daya saing global. Untuk itu ada lima teknologi baru yang dapat menciptakan sistem pendidikan yang lebih baik. 
Lima macam Teknologi, diantaranya : 
1. Teknologi yang pertama : Sistem berpikir Sistem berpikir menjadikan kita untuk lebih hati-hati dengan munculnya tiap mode di dunia pendidikan. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya perubahan yang tidak kita inginkan. Tanpa sistem berpikir kita akan sulit untuk mengadakan peningkatan riil di bidang pendidikan. Jadi sistem berpikir menghadirkan konsep sistem yang umum, dimana berbagai hal saling terkait. 
2. Teknologi yang kedua: Desain sistem Desain sistem adalah teknologi merancang dan membangun sistem yang baru. Perubahan yang dimaksud adalah perubahan yang cepat yang meningkatkan harapan. Desain sistem memberi kita peralatan untuk menciptakan suatu sistem yang baru dan suatu strategi untuk perubahan. 
3. Teknologi yang ketiga: Kualitas pengetahuan Mutu atau kualitas pengetahuan merupakan teknologi yang memproduksi suatu produk atau jasa/ layanan yang sesuai harapan dan pelanggan. Ilmu pengetahuan yang berkualitas telah menjadi alat yang sangat berharga dalam inovasi pendidikan/ sekolah.
4. Teknologi yang keempat : Manajemen Perubahan Manajemen perubahan adalah suatu cara untuk memandu energi kreatif ke arah perubahan positif. Dapat juga diartikan sistem pemikiran yang berlaku untuk aspek manajemen inovasi tentunya dengan berorientasi pada POAC (Perencanaan, Organisasi, Aktualisasi dan Kontrol).
5. Teknologi yang kelima : Teknologi pembelajaran Disini ada dua bagian yaitu peralatan Pelajar elektronik (Komputer, multimedia, Internet, telekomunikasi), dan pembelajaran yang didesain, metode dan strateginya diperlukan untuk membuat peralatan elektronik yang efektif. Pelajaran elektronik ini mengubah cara mengkomunikasikan belajar. Jadi teknologi pembelajaran adalah sistem pemikiran yang berlaku untuk instruksi dan belajar. Kelima teknologi tersebut merupakan suatu keterpaduan untuk menuju inovasi pendidikan sehingga dalam memecahkan masalah pendidikan perlu kombinasi peralatan/ alat elektronik, orang-orang, proses, manajemen, intelektual, untuk perubahan yang efektif. 
Tiga macam teknologi pendidikan Macam-macam teknologi pendidikan menurut Davies (1972) ada tiga yaitu: -
1. Teknologi pendidikan satu Teknologi pendidikan satu yaitu mengarah pada perangkat keras seperti proyektor, laboratorium, komputer (CD ROM, LCD, TV, Video dan alat elektronik lainnya). Teknologi mekanik ini dapat mengotomatiskan proses belajar mengajar dengan alat yang memancarkan , memperkuat suara, mendistribusikan, merekam dan mereproduksi stimuli material yang menjangkau pendengar/ siswa dalam jumlah yang besar. Jadi teknologi satu ini efektif dan efisien.
2. Teknologi pendidikan dua Teknologi pendidikan dua mengacu pada ”perangkat lunak” yaitu menekankan pentingnya bantuan kepada pengajaran. Terutama sekali dalam kurikulum, dalam pengembangan instruksional, metodologi pengajaran, dan evaluasi. Jadi teknologi dua, menyediakan keperluan bagaimana merancang yang baru atau memperbarui yang sekarang, bermanfaat pada pengalaman belajar Mesin dan mekanisme dipandang sebagai instrumen presentasi atau transmisi.
3. Teknologi pendidikan tiga Teknologi pendidikan tiga, yaitu kombinasi pendekatan dua teknologi yaitu “peragkat keras“ dan perangkat lunak”. Teknologi pendidikan tiga, orientasi utamanya yaitu ke arah pendekatan sistem, dan sebagai alat meningkatkan manfaat dari apa yang ada di sekitar. Teknologi pendidikan tiga dapat dikatakan sebagai pendekatan pemecahan masalah, titik beratnya dalam orientasi diagnostik yang menarik. Dari ketiga macam tekonologi di atas dapat dikatakan bahwa teknologi pendidikan dalam konteks sebenarnya adalah tidak hanya mengacu pada perangkat keras saja seperti yang umum dijadikan sebagai persepsi yang benar, namum juga meliputi perangkat lunak dan perpaduan keduanya perangkat keras dan lunak.
C. Manfaat Teknologi pendidikan dan kekurangannya 
 1. Manfaat teknologi pendidikan Teknologi 
   Pendidikan sebagai peralatan untuk mendukung konstruksi pengetahuan: 
- Untuk mewakili gagasan pelajar pemahaman dan kepercayaan 
- Untuk organisir produksi, multi media sebagai dasar pengetahuan pelajar 
- Teknologi pendidikan sebagai sarana informasi untuk menyelidiki pengetahuan yang mendukung pelajar : Untuk mengakses informasi yang diperlukan. 
- Untuk perbandingan perspektif, kepercayaan dan pandangan dunia. 
- Teknologi pendidikan sebagai media sosial untuk mendukung pelajaran dengan berbicara. 
- Untuk berkolaborasi dengan orang lain. 
- Untuk mendiskusikan, berpendapat dan membangun konsensus antara anggota sosial. 
- Teknologi pendidikan sebagai mitra intelektual untuk mendukung pelajar 
- Untuk membantu pelajar mengartikulasikan dan memprentasikan apa yang mereka ketahui. 
- Teknologi pendidikan dapat meningkatkan mutu pendidikan/sekolah. 
- Tekonologi pendidikan dapat meningkatkan fektifitas dan efisiensi proses belajar mengajar. 
- Teknologi pendidikan dapat mempermudah mencapai tujuan pendidikan. 
2. Kekurangannya 
- Pihak guru yang tidak bisa mengoperasikan/menguasai elektronika akan tertinggalkan oleh siswa. 
- Teknologi pendidikan memerlukan SDM yang berkualitas untuk bisa mempercepat inovasi sekolah, sedangkan realita masih kurang. 
- Teknologi pendidikan baik itu hardware maupun soffware membutuhkan biaya yang mahal. 
- Keterbatasan sarana prasarana sekolah akan menghambat inovasi pendidikan. 
- Penggunaan teknologi pendidikan dalam bentuk Hardware memerlukan kontrol yang tinggi dari guru atau orang tua terutama internet dan software. 
- Siswa yang tidak mempunyai motivasi yang tinggi cenderung gagal. 
D. Hubungan Teknologi Pendidikan dan Innovative School 
Inovasi pendidikan merupakan hal yang perlu dilakukan oleh tiap sekolah jika sekolah ingin maju. Perubahan sekolah bukan hanya dilihat dengan adanya seperangkat alat elektronika yang canggih di sekolah, namun banyak aspek yang menjadi indikator. Innovative school artinya perubahan sekolah atau perubahan pendidikan. Ciri-ciri inovasi pendidikan dapat dikenal dengan beberapa identifikasi, namun menurut ashby 1967 ada empat : 
1) Ketika masyarakat /orang tua mulai sibuk dengan peran keluar sehingga tugas pendidikan anak sebagian digeser dari orang tua pindah ke guru atau dari rumah ke sekolah. 
2) Terjadi adopsi kata yang ditulis ke instruksi lisan 
3) Adanya penemuan alat untuk keperluan percetakan yang mengakibatkan ketersediaan buku lebih luas. 
4) Adanya alat elektronika yang bermacam-macam radio, telepon, TV, computer, LCD proyektor, perekan internet, LAN, dsb ). Keempat perubahan di atas di dunia pendididkan telah menimbulkan banyak masalah, dan untuk itulah kelima teknologi yang dibahas pada point sebelumnya sangat membantu untuk solusi pemecahan. 
Perubahan pendidikan/sekolah yang dinginkan sekolah sesuai visi dan misinya tentunya sangat tergantung pada lima teknologi tersebut yaitu sistem berfikir, sistem desain, ilmu pengetahuan yang berkualitas, manajemen. Sekarang sekolah negeri maupun swasta mulai berusaha keras untuk mengatur kembali sistem pendidikan mereka. Banyak program sekolah yang ditawarkan pada masyarakat baik itu jurusan maupun status sekolah yaitu SSN, unggul, model, internasional, akselerasi dan sarana prasarananya. Yang jelas perubahan sekolah untuk menghadapi dunia global harus disiapkan dari unsur SDM yang berkualitas sehingga mampu berfikir membuat desein pendidikan, punya kiat manajemen yang baik dan tidak gagap terhadap pendidikan. Jadi dapat dikatakan bahwa antara inovasi pendidikan dengan teknologi pendidikan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Inovasi merupakan okbyek dan teknologi pendidikan merupakan subyeknya. – Dalam inovasi pendidikan butuh SDM dan peralatan yang menunjang inovasi pendidikan, sebaliknya SDM dan alat tidak akan berfungsi tanpa digunakan untuk sasaran/tujuan yang pasti dan bermanfaat dimasa datang 
P E N U T U P  
A. Kesimpulan 
Arti pembahasan yang telah diuraikan diatas dapat kita simpulkan bahwa : Teknologi pendidikan adalah proses yang komplek yang terpadu untuk menganalisis dan memecahkan masalah belajar manusia/pendidikan. Teknologi pendidikan sangat diperlukan dalam usaha menuju “ Innovative School “ atau perubahan sekolah karena dalam teknologi pendidikan tidak hanya unsur elektronik saja yang ada tapi SDM yang berkualitas atau mampu berpikir, mendesain sistem, dan punya ilmu pengetahuan untuk melakukan manajemen perubahan serta melakukan teknologi pembelajaran. “ Innovative School “ perlu dilaksanakan supaya sekolah mampu menjawab tantangan global dan tuntutan masyarakat. 
B. Saran 
Hendaknya sekolah mempersiapkan sarana prasarana untuk kebutuhan tekonologi pendidikan. Hendaknya sekolah menyiapkan SDM yang siap menerapkan teknologi pendidikan untuk perubahan sekolah (Innovative School ). Hendaknya pemerintah sering mengadakan pelatihan seperti Jardiknas atau Diklat Komputer. 
DAFTAR PUSTAKA
Andi Afifuddin. 2007. Penggunaan metode E-Learning Dalam Proses Belajar ngajar di Sekolah pada Mata Pelajaran TIK Tingkat SMP. Majalengka, Jawa Barat 
Davil H. Jonassen. Tekonologi Pembelajaran dengan suatu pendekatan Perspektif (Construktif). Nw Jersey, Columbus ohio ; Pennsylvonia state University. 
Ivor K. Davis. 1976. eknologi Pendidikan “ contoh yang sempurna Paradigma dan model. London. Prof. Nyoman S. Degeng. 2004. 
Pembelajaran konstruktivistik Vs Behaviouristik. Malang : Universitas Negeri Malang Prof. Sutomo & Sugito M.Pd. 2005. Kapita Selekta & Problematika Teknologi pendidikan. Surabaya UNIPA. 
Sandra Wills and Shitley Alexander. Pengantar Manajemen Teknologi Belajar dan Mengajar.
1:08 PM | 0 comments | Read More

MANAJEMEN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN DALAM SISTEM PERSEKOLAHAN/MADRASAH

Kurikulum merupakan inti dari bidang pendidikan dan memiliki pengaruh terhadap seluruh kegiatan pendidikan. Mengingat pentingnya kurikulum dalam pendidikan dan kehidupan manusia, maka penyusunan kurikulum tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Penyusunan kurikulum membutuhkan landasan yang kuat, yang didasarkan pada hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam. Penyusunan kurikulum yang tidak didasarkan pada landasan yang kuat dapat berakibat fatal terhadap kegagalan pendidikan itu sendiri. Dengan sendirinya akan berakibat pula terhadap kegagalan proses pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan mutu pendidikan di Indonesia. Berbicara pengembangan kurikulum tentu akan diikuti dengan strategi manajemen kurikulumnya yang melibatkan komponen-komponen pendidikan lainnya, baik pendidik dan tenaga kependidikan, pembelajaran, prasarana/sarana, peserta didik, lingkungan/konteks belajar, kerja sama kemitraan dengan institusi lain, maupun pembiayaan dan lain-lainnya. Mana yang perlu digarap lebih dahulu, bagi pengembang kurikulum, akan mendahulukan kurikulumnya, karena dengan demikian akan jelas ke mana arah pengembangan pendidikannya, seperti apa model pembelajarannya, pendidik dan tenaga kependidikan seperti apa yang dibutuhkan, seperti apa model penciptaan suasana akademiknya, demikian seterusnya (Arif, Fatchtur. 2010). 
Jika kita berbicara tentang kurikulum, sebagaimana tertuang dalam penjelasan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, bahwa salah satu strategi pembangunan pendidikan nasional adalah pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi. Istilah kompeten digunakan untuk menggambarkan suatu tahap pencapaian keahlian, terutama kemampuan menggunakan pengetahuan, pemahaman dan kecakapan-kecakapan berpikir teoritis dan praktis serta kecakapan-kecakapan lainnya untuk melakukan tugas pekerjaan secara efektif sesuai dengan tuntutan standar pekerjaan tertentu. Seorang dikatakan kompoten jika ia telah mencapai standar tersebut. Adanya silabus dan RPP berarti kurikulum siap diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran, proses evaluasi (assesment) dan penciptaan suasana akademis (academic atmosphere). 
Ketidakpuasan dengan kurikulum yang berlaku adalah suatu yang biasa dan memberi dorongan mencari kurikulum baru. Akan tetapi mengajukan kurikulum yang ekstrim sering dilakukan dengan mengdiskreditkan kurikulum yang lama, padahal kurikulum itu mengandung kebaikan, sedangkan kurikulum pasti tidak akan sempurna dan akan tampil kekurangannya setelah berjalan dalam beberapa waktu (Nasution, 2006). Pada awalnya pengembangan kurikulum banyak menggunakan konsep lama, dimana kurikulum dipandang hanya sebatas kumpulan isi mata pelajaran atau daftar materi pokok yang ditawarkan ke peserta didik dalam menyelesaikan suatu program belajar dalam satuan pendidikan tertentu. Namun, dengan otonomi pendidikan dan sejalan dengan tuntutan perubahan, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta tuntutan kemampuan daya saing dalam kehidupan manusia, pengembangan kurikulum tidak hanya dipandang sebatas deretan mata pelajaran yang harus dipelajari oleh peserta didik, tetapi memiliki makna atau pengertian yang lebih luas, yakni apa saja yang dialami oleh peserta didik atau segala upaya (rekayasa) yang diprogram sekolah/madrasah dalam membantu mengembangkan potensi peserta didik melalui pengalaman belajar yang potensial untuk mencapai visi, misi, tujuan dan hasil yang diinginkan oleh satuan pendidikan baik dilaksanakan di dalam maupun di luar lingkungan sekolah/madrasah (Sutiah, 2009). 
Berdasarkan beberapa konsep tersebut, maka berimplikasi terhadap pengembangan model dan pendekatan kurikulum yang akan dilaksanakan oleh satuan pendidikan. Model kurikulum merupakan wujud rancangan khusus yang mengambarkan struktur kurikulum yang akan dilaksanakan atau diimplementasikan oleh satuan pendidikan berdasarkan hasil analisis terhadap teori, pendekatan, prinsip dan kondisi internal dan eksternal pendidikan. KTSP yang dulu pernah disosialisasikan untuk dapat diimplementasikan tersebut merupakan salah satu pilihan model kurikulum yang saat ini dipilih guna memenuhi tuntutan perubahan dan perkembangan IPTEK, kondisi pendidikan negara Indonesia saat ini. Dengan adanya otonomi daerah dalam pendidikan, maka daerah memiliki peran yang penting dan strategis dalam mengembangkan kurikulum kedepannya dalam satuan pendidikan tertentu. Pengembagan dan perubahan kurikulum yang gencar dilakukan saat ini dalam rangka untuk meningkat mutu pendidikan Indonesia yang berkualitas dan bermutu tinggi serta siap bersaing dengan era globalisasi saat ini terutama peserta didiknya atau sumber daya manusia (SDM)nya. Untuk mencapai mutu tersebut, maka pengembangan kurikulum mendapatkan perhatian khusus dalam pengembangan pendidikan Indonesia saat ini. Kurikulum merupakan suatu rencana pelaksanaan pembelajaran mengenai ini dan bahan pelajaran serta sekaligus sebagai pedoman pelaksanaan pendidikan dalam jenjang pendidikan tertentu si sekolah. 
Kurikulum memberikan arah dan pedoman yang jelas tentang proses pendidikan mulai dari tujuan, konsep dan arah pembelajaran yang dilakukan pada satuan pendidikan tertentu. Kurikulum yang baik secara jelas mencerminkan beberapa aspek penting seperi tujuan dan hakikat pendidikan, tujuan dan hakikat kurikulum, asumsi mengenai peserta didik, proses pendidikan dan pengajaran, visi penyusunan kurikulum, tuntutan dan kebutuhan pemakai jasa pendidikan. Kondisi proses belajar dan pembelajaran di lembaga-lembaga pendidikan sampai saat ini relatif belum banyak mengalami perubahan, walaupun kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi komunikasi dan informasi telah lama menyentuh dunia pendidikan. Seharunya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi komunikasi dan informasi dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pola belajar dan pembelajaran yang dapat mendorong proses belajar secara lebih cepat, dinamis, eksploratif, akseleratif, dan menyenangkan. 
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendidikan Indonesia saat ini membutuhkan adanya perubahan terutama dibidang pengembangan kurikulum dalam rangka mencapai pendidikan Indonesia yang bermutu. KTSP yang dikembangkan saat ini salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan dan sumber daya manusia yang seutuhnya. Apabila kurikulum telah dikembangkan dengan baik, maka akan berpengaruh terhadap proses belajar dan pembelajaran pada satuan pendidikan. Karena pendidikan dan pembelajaran yang baik, akan dapat berfungsi sebagai pintu utama pengembangan dan peningkatan kualitas manusia dan mutu pendidikan pada era globalisasi sekarang ini. Perubahan kurikulum harus diantisipasi dan dipahami oleh berbagai pihak, karena kurikulum sebagai rancangan pembelajaran yang memiliki kedudukan yang sangat strategis, yang menentukan hasil pembelajaran secara keseluruhan, baik proses maupun hasil. 
Sekolah sebagai pelaksana pendidikan, baik kepala sekolah, guru maupun peserta didik sangat berkepentingan dan akan terkena dampak langsung dari setiap perubahan kurikulum. Dengan bertambahnya tanggung jawab sekolah, timbulah berbagai macam definisi kurikulum, sehingga semakin sukar memastikan apakah sebenarnya kurikulum itu. Akhirnya setiap pendidik, setiap guru harus menentukan sendiri apakah kurikulum itu bagi dirinya. Pengertian yang dianut oleh sesorang akan mempengaruhi kegiatan belajar mengajar dalam kelas maupun di luar kelas. 
Di bawah ini beberapa definisi kurikulum menurut beberapa ahli kurikulum: 
  1.  J. Galen Saylor dan William M. Alexandar, menjelaskan kurikulum adalah: The Curriculum is the sum total of school’s efforts to influence learning, whether in the classroom, on the playground, or out of school (Galen, 1956). Jadi segala usaha sekolah untuk mempengaruhi anak belajar, apakah dalam ruangan kelas, di halaman sekolah atau di luar sekolah termasuk kurikulum. Kurikulum meliputi juga apa yang disebut kegiatan ekstra-kurikuler 
  2. B. Othanel Smith, W.O. Stanley, dan J. Harlan Shores memandang kurikulum sebagai “a sequence of potential experiences set up in the school for the purpose of disciplining children and youth in group ways of thinking and acting”. Mereka melihat kurikulum sebagai sejumlah pengalaman yang secara potensial dapat diberikan kepada anak dan pemuda, agar mereka dapat berpikir dan berbuat dengan masyarakatnya (Nasution, 2006). 
  3. Berdasarkan studi yang telah dilakukan oleh banyak ahli, dapat dikatakan bahwa pengertian kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus dtempuh murid untuk memperoleh ijazah. (Oemar hamalik, 2006) Pengertian ini mempunyai implikasi sebagai berikut: a) Kurikulum terdiri atas sejumlah mata pelajaran. Mata pelajaran pada hakikatnya adalah pengalaman nenek moyang dimasa lampau. Berbagai pengalaman tersebut dipilih, dianalisis, serta disusun secara sistematis dan logis, sehingga muncul mata pelajaran seperti sejarah, ilmu bumi dan sebagainya. b) Mata pelajaran adalah sejumlah informasi atau pengetahuan, sehingga penyampaian mata pelajaran pada siswa akan membentuk mereka menjadi manusia yang mempunyai kecerdasan berfikir. c) Adanya aspek keharusan bagi siswa untuk mempelajari mata pelajaran sama. Akibatnya, faktor minat dan kebutuhan siswa tidak dipertimbangkan dalam penyusunan kurikulum. Ada beberapa pendekatan kurikulum dalam pembahasan dan penyusunan kurikulum. 
Pendekatan kurikulum tersebut antara lain, yaitu:
  1. Pendekatan Mata Pelajaran. Pendekatan mata pelajaran bertitik tolak dari mata pelajaran (subject matter) seperti Ilmu Bumi, Sejarah, Ekonomi, Biologi, Kimia dan lain sebaginya. 
  2. Pendekatan Interdisipliner. Berbagai gejala sosial dan permasalahan yang ada dalam kehidupan sehari-hari ternyata tidak mungkin ditinjau hanya dari satu sisi saja. 
  3. Pendekatan Integratif. Pendekatan integratif, yang juga dikenal dengan nama pendekatan terpadu, bertitik tolak dari suatu keseluruhan atau kesatuan yang bermakna dan terstruktur. Bermakna mempunyai arti bahwa setiap suatu keseluruhan tersebut, memiliki makna, arti, dan faedah tertentu. 
  4. Pendekatan Sistem. Pendekatan sistem adalah suatu totalitas yang terdiri atas sejumlah komponen ata bagian. Komponen itu salaing berhubungan dan saling mempengaruhi satu sama lain. 
Sedangkan yang dimaksud dengan pengembangan kurikulum adalah proses perencanaan kurikulum agar menghasilkan rencana kurikulum yang luas dan spesifik. Proses ini berhubungan dengan seleksi dan pengorganisasian berbagai komponen situasi belajar-mengajar, antara lain penetapan jadwal pengorganisasian kurikulum dan spesifikasi tujuan yang disarankan, mata pelajaran, kegiatan, sumber dan alat pengukur pengembangan kurikulum yang mengacu kepada kreasi sumber-sumber unit, rencana unit, dan garis pelajaran kurikulum ganda lainnya, untuk memudahkan proses belajar mengajar. 
Ada beberapa model kurikulum yang di butuhkan dalam pengembangan kurikulum PAI, antara lain yaitu: 
  1. Kurikulum Humanistik. Berdasarkan kurikulum humanistik, fungsi kurikulum adalah menyiapkan peserta didik dengan berbagai pengalaman naluriah yang sangat berperan dalam perkembangan individu. 
  2. Kurikulum Rekonstruksi Sosial. Kurikulum rekomstruksi sosial sangat memperhatikan hubungan kurikulum dengan sosial masyarakat dan politik perkembangan ekonomi. 
  3. Kurikulum Teknologi. Di kalangan pendidikan, teknologi sudah dikenal dalam bentuk pembelajaran berbasis komputer, sistem pembelajaran individu, serta kaset atau vidio pembelajaran. Teknologi sangat membantu dalam menganalisis masalah kurikulum. 
  4. Kurikulum Akademik. Dari waktu ke waktu, para ahli akademik terus mencoba mengembangkan sebuah kurikulum yang akan melengkapi peserta didik untuk masuk ke dunia pengetahuan, dengan konsep dasar dan metode untuk mengamati, hubungan antara sesama, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Mereka menginginkan peserta didik berlaku layaknya seorang ahli fisika, biologi, agama maupun sejarawan. 
Sejak mulai diberlakukannya otonomi daerah semakin terlihat kelemahan pola lama manajemen pendidikan nasional sehingga manajemen pendidikan di Indonesia perlu segera dilakukan penyesuaian diri dari pola lama manajemen pendidikan menuju pola baru manajemen pendidikan masa depan yang lebih bernuansa otonomi dan yang lebih demokratis. Pasca reformasi, diberlakukan Kurikulum Bebasis Kompetensi (kurikulum 2004) yang kemudian menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). KTSP merupakan kurikulum berbasis kompetensi yang dalam pelaksanaannya di sekolah/madrasah sangat mengandalkan kreativitas dan kemampuan guru. KTSP dirancang untuk menghadapi tantangan bangsa Indonesia pada masa yang akan datang. Perubahan kurikulum mengisyaratkan bahwa pembelajaran bukan semata-mata tanggung jawab guru, tetapi merupakan tanggung jawab bersama antara guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah, bahkan komite sekolah dan dewan pendidikan. Oleh karena itu, pembinaan terhadap komponen-komponen tersebut merupakan tuntutan yang harus dipenuhi dalam perubahan kurikulum. 
Keberadaan sekolah-sekolah berbasis agama di Indonesia akhir-akhir ini terusik ketika pemerintah, dalam hal ini Depertemen Pendidikan Nasional, mengulirkan sebuah Rancangan Undang-Undangan Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), khususnya terhadap pelaksanaan pendidikan agama di sekolah beberapa waktu lalu dan sekarang sudah menjadi bagian dai Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Dalam RUU Sisdiknas secara tegas disebutkan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianut dan diajarkan oleh pendidik yang seagama di semua jenjang dan jenis pendidikan (RUU Sisdiknas Pasal 13 ayat 1). Sebagai konsekuensi dari kebijakan ini, maka semua satuan atau jenjang pendidikan yang bebasis agama di Indonesia diwajibkan untuk memberikan pelajaran agama kepada semua peserta didik sesuai dengan agama yang dianutnya. 
Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, merupakan langkah awal menuju perubahan pada dunia pendidikan Indonesia terutama dalam meningkat mutu dan kualitas sumber daya manusia yang seutuhnya. Setelah diberlakukan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, kemudian diimplementasikan dalam PP. No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, ini merupakan suatu proses untuk meningkat mutu pendidikan Indonesia saat ini. Kemudian PP No. 19 Tahun 2005 tentang SNP dijabarkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas), terutama Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kempetensi Lulusan (SKL), keduanya pada intinya menjelaskan tentang kurikulum yang dilaksanakan pada satuan pendidikan. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang dilaksankan saat ini merupakan suatu perwujudkan dan kepedulian pemerintah terhadap pendidikan Indonesia saat ini, rendahnya mutu dan SDM Pendidikan, mendorong para pakar pendidikan untuk membuat kebijakan-kebijakan terutama dalam masalah pengembangan kurikulum pendidikan. Walaupun pelaksanaan KTSP belum berjalan sesuai dengan harapan, namun kita butuh proses untuk mewujudkan pendidikan Indonesia yang bermutu dan berkualitas serta siap saing di era galobalisasi dan teknologi sekarang ini. Untuk mengembangkan kurikulum yang baik, maka salah satu sektor yang perlu mendapatkan perhatian khusus oleh pemerintah adalah Sumber Daya Manusia pendidikan terutama pendidik/guru, karena guru merupakan aktor terpentig dalam dunia pendiidikan. Apabila pendidikan telah memiliki SDM yang berkulitas, maka akan berimplikasi terhadap pelaksanaan dan pengembangan kurikulum itu sendiri. Mana mungkin kurikulum bisa dikembangan dengan baik, apabila pada sektor SDM, disini adalah guru/pendidik masih rendah. Salah satu solusi untuk mengembangan kurikulum PAI pada saat sekarang ini adalah memperbaiki sektor tenaga pendidik/guru, karena yang menjalankan dan aktor pertama dan utama pendidkan adalah guru. Bagaimana kurikulum PAI yang akan dikembangkan dan yang dubutuhkan oleh peserta didik sangat tergantung kepada guru, sebab gurulah yang sering berinteraksi dan berkomunikasi langsung dengan peserta didik. Bagaimana kurikulum yang harus dibutuhkan oleh peserta didik pada sekarang ini, maka gurulah yang lebih paham dan mengetahuinya. Agar kurikulum PAI yang dikembangkan benar-benar memperhatikan bakat dan minat peserta didik, maka dalam kebijakan penyusunan kurikulum guru harus dilibatkan secara langsung. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru merupakan salah satu solusi untuk meningkat mutu tenaga pendidikan dan kependidikan terutama guru/pendidik. Namun kenyataan dilapangan, masih banyak pendidik/guru pendidikan kita yang belum memenuhi standar akademik sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Permendiknas No. 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Hal ini yang menyebabkan kendala terbesar dalam pengembangan kurikulum, terutama pengembangan kurikulum PAI. Dengan demikian, dalam pemikiran penulis, salah satu cara untuk mengembangan kurikulum PAI pada sekarang ini adalah meningkatkan mutu guru/pendidik. Tidak akan mungkin pengembangan kurikulum PAI berjalan dengan baik sesuai dengan harapan tantangan zaman, jika tenaga pendidikan dan kependidikan dalam hal ini adalah guru/pendidik masih rendah. Walaupun kebijakan tentang guru telah dikeluarkan dan dilaksanakan, namun belum berjalan dengan baik, masih banyak permasalahan-permasalahan yang harus diselesaikan antara lain, masih banyak guru/pendidik kita yang belum memenuhi standar kualifikasi akademik terutama di daerah-daerah terpencil, ini merupakan tanggung jawab pemerintahan daerah karena berkaitan dengan otonomi pendidikan. Oleh karena itu, dapat kami simpulkan, bahwa untuk mengembangkan kurikulum PAI yang lebih baik dan memenuhi kebutuhan peserta didik, maka sektor tenaga pendidik dan kependidikan (guru) harus ditingkat dan dikembangankan dengan lebih baik lagi. Jauh sebelum lembaga pendidikan di Indonesia bekembang dan maju dengan pesat, pondok pesantren terlebih dahulu telah berkembangan, bahkan keberadaan pondok pesantern saat masih mampu bersaing dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi. Hal ini mengindikasikan bahwa kurikulum yang digunakan dan dikembangan cukup baik. Kurikulum yang dikembankan di pondok pesantren sangat memperhatikan minat dan bakat peserta didik terutama yang berkaitan dengan ranah kognitif, psikomotorik dan efektif. Pengembangan kurikulum pendidikan di pondok pesantren sangat memperhatikan perkembangan kecerdasan inteluktual, spritual, emosional dan sosial peserta didik. Hal ini yang menyebabakan sampai saat ini pondok pesantren masih bisa betahan. Jika mengacu Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL), kurikulum yang dikembangkan saat ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jauh sebelum KTSP dikemukakan oleh Pemerintahan Republik Indonesia pada tahun 2006, pondok pesantren telah melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tersebut. Hal ini dapat dilihat, bahwa pelaksanaan pendidikan yang dilakukan pesantren merupakan pendidikan yang mendiri, semua pelaksanaannya dilakukan oleh kebijakan pondok pesantren. Penerapan KTSP pada saat ini lebih cocok diterapkan di pondok pesantren dan madrasah jika dibandingkan dengan sekolah umum. Sebagaimana tertuang dalam penjelasan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, bahwa salah satu strategi pengembangan pendidikan nasional adalah pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi. Pondok Pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan nasional yang banyak terdapat di Indonesia memiliki ciri khas yang berbeda dengan sekolah/madrasah pada umumnya. Pondok Pesatren lahir, tumbuh dan berkembang dari, oleh dan untuk masyarakat. Masyarakatlah yang mendirikan, membina dan mengembangkan pondok pesantren. Besarnya partisipasi masyarakat dalam pendidikan pesantren, ini mencerminkan bahwa pondok pesantren memang berbasis kuat pada masyarakat (community based education). Ketertarikan masyarakat terhadap pondok pesantren lebih ditampakkan sebagai ikatan emosional ketimbang ikatan rasional. Ikatan ini muncul karena beberapa motivasi, antara lain yaitu: 
  1. Motivasi Agama. Bahwa pendirian pesantren merupakan bagian dari ibadah kepada Allah 
  2. Motivasi Dakwah Islam. Hal ini merupakan hal utama para orang tua untuk menyekolahkan anaknya di pondok pesantren
  3. Hasrat kuat masyarakat untuk berperan serta dalam pendidikan dengan mendirikan lembaga pendidikan yang dapat menampung anak-anak disekitar tempat tinggalnya. 
  4. Lebih bersifat pertimbangan ekonomis. 
  5. Pendidikan dan pembelajaran akan dapat berfungsi sebagai pintu utama pengembangan dan peningkatan kualitas manusia dan pengetahuan yang dibutuhkan abad ilmu pengetahuan, apabila pola belajar dan pembelajaran yang dikembangkan sekarang ini dibenahi, diubah, atau diredesain agar sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan. Krisis moral yang melanda peserta didik saat ini, menuntut adanya pelaksanaan pendidikan Agama Islam di sekolah/madrasah lebih baik lagi. Kurikulum PAI di sekolah/madrasah yang mengacu pada KBK maupun KTSP, semua berpedoman pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi dan Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan. Namun dalam pelaksanaannya belum berjalan dengan efektif. Peran pendidikan Agama dalam membangun perkambangan kecerdasan IQ, EQ, SQ pada lembaga pendidikan di sekolah/madrasah belum berjalan dengan seimbang, terutama masalah SQ dan EQ. Merosotnya akhlak peserta didik sekarang ini, menindikasikan bahwa pendidikan agama di sekolah/madrasah belum mampu menyentuh perkembangan kecerdasan SQ peserta didik. Hal ini disebabkan kurangnya perhatian guru dan kepala sekolah terhadap pelaksanaan pendidikan Agama khususnya di sekolah. Namun, dalam ranah kognitif, afektif dan psimotorik sudah berjalan dengan baik walupun masih ada perbaikan terutama barkaitan dengan pengembangan bakat dan minat peserta didik yang berkaitan dengan pelajaran agama Islam. 
  6. Berdasarkan LKS Pendidikan Agama Islam untuk SMA kelas 10 semester genap, tahun 2006 dapat dianalisis bahwa tujuan dan isi dari LKS tersebut sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI), terutama masalah Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SK-KD) sudah mengacu dan berpedoman pada Permindiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi tersebut. Namun, dalam pelaksanaannya belum mampu menyentuh ranah-ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. LKS yang dikembangkan hanya mengejar target, dalam satu semester harus selesai tanpa memperdulikan bakat dan minat peserta didik. Jika diamati masalah Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar sudah sesuai dengan apa yang telah dijelaskan dalam Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi dan Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan, namun dalam pelaksanaannya belum sessuai dengan harapan berdasarkan indikator yang hendak dicapai. Namun, jika mengaju kepada Permenag No. 2 2008, maka bahan ajar PAI di Sekolah belum mampu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik. Kurangnya perhatian terhadap peserta didik berdasarkan bahan ajar PAI disebabkan karena sekolah hanya bertujuan bagaimana bahan ajar/materi PAI ini bisa selesai dalam satu semester tepat waktu tanpa ada yang menambah jam pelajaran, inilah yang menjadi perhatian khusus kita semua. Sehingga apabila target yang ingin dicapai adalah selesai materi PAI dalam satu semester, maka aspek IQ, SQ, SQ, serta ranah kognitif, afektif dan psikomotorik peserta didik diabaikan. Guru tidak mampu mentransfer ilmu pengetahuan kepada peserta didik, sehingga dampak dari pelaksanaan PAI pada peserta didik tidak bisa terwujudkan terutama masalah berakhlak mulia. Pelaksanaan pendidikan Agama Islam di sekolah khususnya belum mendapatkan perhatian yang serius dari kepada sekolah dan guru. Bagaimana materi pendidikan Agama Islam yang dibutuhkan oleh peserta didik, maka gurulah yang lebih tahu. Apabila guru mampu melaksanakan hal ini, maka krisis moral yang melanda peserta didik saat ini bisa diatasi dengan baik. 
DAFTAR PUSTAKA 
Arif, Fatchtur. 2010. , Strategi Marketing Pendidikan Melalui Peran Leardership Dalam Peningkatan Mutu Madrasah, makalah disampaikan pada Seminar Nasional Pendidikan 2010 dalam rangka Hardiknas dan Diesnatalis III LKP2-I, Malang 
E. Mulyasa. 2006. Kurikulum Yang Disempurnakan, Pengembangan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya 
Hamalik, Oemar. 2009. Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya 
Muhaimin. 2009. Rekonstruksi Pendidikan Islam, Dari Paradigma Pengembangan, Manajemen Kelembagaan, Kurikulum hingga Strategi Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Press 
Muhaimin, Sutiah, Sugeng Listyo Prabowo. 2009. Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada Sekolah & Madrasah. Jakarta: Rajawali Press 
S. Nasution. 2006. Asas-Asas Kurikulum. Jakarta: Bumi Askara 
Veithzal Rivai, Sylniana Murni. 2009. Education Management, Analisis Teori dan Praktik. Jakarta: Rajawali Press 
W.M. Alexander, Galen Saylor. 1956. Curriculum Planning of Better Teaching and Learning, New York: Rinehart Company
Jurnal el-Harakah Edisi 59. 2003. Wacana Kependidikan, Keagamaan, dan Kebudayaan. Malang: Fakultas Tarbiyah UIIS-Malang 
Jurnal el-Harakah Edisi 62. 2005. Wacana Kependidikan, Keagamaan, dan Kebudayaan. Malang: Fakultas Tarbiyah UIN-Malang
5:20 AM | 0 comments | Read More

Mempercepat Loading Dashboar UI smartfren EC1261-2

Written By A2D on 17 May 2013 | 12:22 PM

Bagi pengguna modem Smartfren EC1261-2 pastinya anda sudah berpengalaman kan bagaimana lamanya saat membuka dashboard (UI) modem. Bukan hanya modem Smartfren EC1261-2 saja, tetapi di modem Huawei yang lain seperti modem Smartfren EC306-2 atau modem Smartfren EC1260-2 juga mengalami hal yang sama, yaitu saat pertama kali membuka UI modem terasa sangat lama alias loading lambat. Apalagi jika komputer anda termasuk golongan komputer jadul, pasti anda tidak akan sabar saat pertama startup modem yang begitu lama. Bagi anda yang tidak sabaran menunggu dashboard (UI) modem Smartfren EC1261-2 yang sangat lama, anda bisa mencoba sedikit tips berikut.
Untuk pengguna komputer desktop (PC) pastinya anda tidak selalu melepas pasang modem Smartfren anda kan, pasti modem anda tersebut selalu tertancap di komputer. Lain halnya jika anda pengguna laptop, pasti setelah anda mematikan laptop juga melepas modem anda, tidak mungkin modem anda selalu tertempel di laptop sementara anda akan menyimpan laptop tersebut.
 Nah, untuk pengguna yang modem Smartfren nya selalu tertancap di komputer akan mengalami sedikit lambat saat startup komputer, karena saat startup dashboard (UI) modem juga ikut terbuka. Apalagi pada modem Smartfren EC1261-2 yang startup UI modemnya yang sangat lama, ini sangat mengganggu sekali. Kasus ini juga terjadi saat pertama kali anda menghubungkan modem ke komputer maupun laptop, maka dashboard (UI) modem akan secara otomatis terbuka.
Sebenarnya anda bisa saja mematikan startup dashboard modem ini, jadi saat pertama kali anda menghubungkan modem ke komputer ataupun saat anda pertama kali menghidupkan komputer maka dashboard modem tidak akan otomatis terbuka, karena sudah dimatikan. Caranya adalah sebagi berikut.
1. Buka program Run, caranya pada keyboard tekan saja tombol Windows+R, kemudian ketikkan services.msc dan tekan enter, ini akan membuka jendela service.


2. Pada jendela Services cari servis yang bernama HWDeviceService.exe, klik 2 kali atau klik kanan >> Properties

3. Ganti Startup type menjadi Manual, semula kan Automatic.
 
Kemudian klik OK Naaah, sampai disini.. Tentunya saat modem terpasang lalu anda menghidupkan PC anda maka Dashboard Smartfren anda tidak terbuka dengan sendirinya.
12:22 PM | 0 comments | Read More

Bisnis Gelap "Like" Di Facebook

Written By A2D on 25 October 2012 | 1:13 PM

Para pengguna Facebook yang mengklik link yang berbunyi “Klik ini jika Anda membenci kanker” bisa jadi mendapatkan kejutan yang tidak menyenangkan. Link seperti gambar ini tidak berpengaruh apa-apa dan hanya digunakan untuk mengumpulkan “like” yang akan dijual. Membuat para penipu online menjadi kaya. 
 Begitu telah mengumpulkan banyak “like”, halaman itu kemudian dijual untuk mendapatkan uang kepada para pelaku bisnis agar mereka agar terlihat populer. Sebuah blog yang diposkan oleh Daylan Pearce, ahli mesin pencari di Next Digital di Melbourne, menjelaskan bagaimana cara kerja penipuan (scam) dan menunjukkan bagaimana halaman-halaman tersebut dijual. Unggahan gambar yang berisi deskripsi seperti “Klik ‘like’ jika Anda bisa melihat harimau”, atau “Berikan komentar dan lihatlah apa yang akan terjadi” digunakan untuk mengumpulkan “like” dan komentar untuk sejumlah halaman. Begitu halamannya telah mengumpulkan ribuan “like” dan komentar, maka halaman itu akan memiliki posisi tertinggi dalam News Feed para pengguna Facebook. “Like” bagaikan mata uang bagi situs tersebut. Pearce mengungkapkan bahwa halaman dengan 100.000 “like” dapat dijual seharga $200 (sekitar Rp2 juta). Pearce menjelaskan dalam blognya, semakin banyak “like” dan “share” dan komentar yang didapat, semakin terbuka pula peluang mendapatkan keuntungan dalam jangka waktu pendek dan panjang. Begitu sebuah halaman sudah mendapatkan 700 ribu “like” (dengan cara menipu), maka halaman itu akan dijual ke orang lain yang ingin populer dalam waktu cepat. Informasi halaman pun diubah — bukan lagi soal kanker, binatang dsb tetapi mengenai bisnis. David Em, peniliti jaringan keamanan senior di Kaspersky Lab berkata, “Situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter mengalami peningkatan target kejahatan dunia maya.” “Alasan utamanya adalah kepercayaan yang dirasakan oleh orang-orang saat berhubungan dengan para sahabat mereka secara online. Orang-orang lebih senang mengklik sebuah link yang dibagikan teman, dan rasa kepercayaan itulah yang dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan di dunia maya.” (Yahoo! News)
1:13 PM | 0 comments | Read More

Perpanjang Langganan Internet Smartfren

Written By A2D on 23 October 2012 | 2:26 PM

Cara mudah perpanjang langganan internet bulanan melalui pesan ketik DATA (Spasi) R30 kirim ke 123. atau dengan langkah-langkah di bawah ini:
Cara Perpanjang Langganan Internet Smartfren, kali ini saya akan berbagi tentang cara perpanjang langganan internet dari provider smartfren yang sekarang banyak digunakan. Dengan berbekal Modem USB Smartfren EC 1261-2 yang saya milik, langkah demi langkah tersebut akan diungkapkan dengan kata-kata beserta beberapa printscreen. Simak untaian kata berikut; Bagian pertama tentu sahabat harus mengisi sejumlah nominal pulsa untuk memperpanjang langganan internet smartfren ini. Dalam simulasi ini, saya mengisikan nominal 50 ribu dengan alokasi berlangganan paket reguler true unlimited. Setelah pulsa berhasil masuk ke nomor smartfren yang saya miliki, lalu saya melakukan koneksi internet dengan membuka laman http://data.smartfren.com . Perlu di ingat, jangan buka situs lain karena pulsa sahabat akan langsung terpotong, so cukup untuk mengakses halaman tersebut saja. Silakan login dengan menggunakan nomor ponsel smartfren kamu (tanpa angka nol paling depan ya) beserta passwordnya.

Oke sampai di sini, saya asumsikan sahabat sudah berhasil masuk ke account profile dari nomor smartfren yang dimiliki pada situs tersebut. Langkah selanjutnya, silakan klik pada menu BUY dan lanjutkan dengan memilih paket perpanjang langganan internet dari smartfren yang kamu inginkan. Setelah menemukan pilihan yang sesuai dengan nominal pulsa yang kamu miliki, klik tombol Buy pada paket tersebut.
Pesan singkat dan panggilan akan berfungsi jika layanan jaringan CDMA diaktifkan. Karena saat melakukan perpanjang langganan smartfren ini saya mengaktifkan mode Hybrid, kurang dari satu menit pesan pemberitahuan sudah masuk ke interface modem. Langkah selanjutnya tentu saya langsung berselancar di dunia maya dengan bebas :-)
2:26 PM | 0 comments | Read More

Multimedia Kits

Written By A2D on 06 July 2012 | 2:12 AM

Perkembangan jaman adalah perubahan yang dapat dilihat secara nyata, dalam hal ini peran manusia dalam mengembangkan dunia sangat berpengaruh dalam revolusi global. Satu hal yang tidak dapat dielakkan adalah ide-ide manusia dalam menciptakan terobosan baru dalam penemuan teknologi dalam mempermudah kehidupan manusia.

Kehidupan manusia yang setiap saat berputar, secara terkonsep bertujuan menyelesaikan segala aspek kehidupan untuk mencapai kepuasaan dalam hidup. Ketiga aspek tersebut adalah perekonomian, kesehatan, pendidikan. Ketiga aspek tersebut sangat berpegang kuat pada revolusi teknologi yang sedang berlangsung. Setiap ada satu penemuan berarti ada satu kemudahan dalam genggaman manusia abad ini. Sehingga para pendidik memandang bahwa teknologi komputer bisa menjadi media yang sungguh bermanfaat untuk proses pembelajaran.

Dalam pembahasan ini mencakup:
1. Multimedia Kits
2. Hypermedia
3. Interactive Media
4. Virtual Reality
5. Expert Systems


DOWNLOAD MAKALAH LENGKAP
2:12 AM | 0 comments | Read More